Pages

Labels

Selasa, 11 Juni 2013

Smartfren Siap Tebar 5.000 Ponsel di ICS

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/smartfren.jpg
Smartfren Telecom yang baru saja merilis tujuh jenis ponsel bundling dengan sistem operasi Android terbaru dan Windows Phone 8 berbasis CDMA siap meluncur kali pertama di ajang Indonesia Celluler Show 2013.

Ketujuh ponsel itu adalah Smartfren Andromax V, New Smartfren Andromax I, Smartfren Andromax C, Smartfren Andromax U, Smartfren Windows Phone Huawei Ascend W1, serta bundling HTC One SC, dan Alcatel One Touch D920.

"Dari tujuh ponsel yang baru saja kami luncurkan, di ICS besok kami targetkan ludes 5.000 unit. Kami perkirakan yang paling laku Andromax C, yang harganya Rp 649 ribu," kata Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren di sela peluncuran di FX Jakarta.

Smartfren Andromax V dibanderol Rp 2,3 juta, New Smartfren Andromax I Rp 1,3 juta, Smartfren Andromax U Rp 1,7 juta, Smartfren Windows Phone Huawei Ascend W1 Rp 2 juta, Alcatel One Touch D920 dibundling Rp 1,7 juta, dan bundling HTC One SC Rp 3,1 juta.

Djoko optimistis, ketujuh ponsel bundling ini akan laris manis di pasaran mengingat spesifikasinya yang cukup tinggi namun harganya relatif terjangkau. Selain itu momentum jelang puasa dan Lebaran, permintaan ponsel biasanya semakin besar.

"Dengan prosesor Quadcore 1,2 GHz, OS Android Jelly Bean dan Windows Phone 8, baterai yang tahan lama, dual kamera, dual mode CDMA-GSM, biasanya spek seperti ini bisa Rp 4-5 jutaan. Tapi di Smartfren cukup Rp 2-3 jutaan saja," pungkasnya.

Parade Android Smartfren dan Windows Phone 8 CDMA

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/coverdlm.jpg
Smartfren bikin gebrakan. Tak hanya satu-dua ponsel yang dibundling, tapi tujuh sekaligus. Enam berbasis Android dan satu dengan sistem operasi Windows Phone 8. Semuanya mengusung dual mode CDMA-GSM. Seperti apa ponselnya?

Demi mengejar tujuh juta pelanggan baru berkualitas untuk menggenjot layanan data hingga akhir 2013, Smartfren kembali memperkaya portofolio produk bundling CDMA di pasaran.

Yang terbaru ialah tujuh ponsel yang dibundlingnya bersama sejumlah vendor ponsel seperti HTC, ZTE, Hisense, Huawei, dan Alcatel. Ponsel ini juga dilengkapi dengan otak prosesor yang disediakan Qualcomm.

"Dari bundling 7 smartphone terbaru ini kami menargetkan 1,5 juta unit bisa terjual hingga akhir tahun," kata Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren di sela peluncuran di FX Jakarta.

Apa saja ponselnya, bagaimana fitur dan kemampuannya, serta berapa harganya, bisa disimak lebih lengkap di artikel berikut ini.

1. Smartfren Andromax V

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/171044_1.jpg
Smartfren Andromax V merupakan ponsel yang hadir dengan sistem operasi Android terbaru, Jelly Bean 4.2.

Ponsel berlayar 5 inci ini memiliki resolusi HD 720p dan dibekali dengan prosesor kencang Quad Core berkecepatan 1,2 GHz serta perangkat grafis PowerVR SG5X, yang menjadikan smartphone ini lebih mudah dalam multi tasking dan transisi lebih smooth.

Selain itu, Andromax V memiliki kamera depan 1 MP dan kamera belakang 8 MP untuk mengambil dan merekam gambar berteknologi high definition dan bisa mengambil gambar hingga 99 continuous shot

Paket Smartfren Andromax V bersama dengan kartu perdana Smartfren ditawarkan dengan harga Rp 2,3 juta dan gratis paket Smart Plan Rp 50.000.

Paket ini terdiri dari 1.5 GB volume data, 20 menit panggilan telepon ke operator lain, panggilan telepon sepuasnya ke semua Smartfren, dan 60 SMS ke semua operator yang berlaku selama 30 hari setelah aktivasi.

"Smartfren Andromax V merupakan smartphone andalan dari Smartfren berbasis sistem operasi Android terbaru dan spesifikasi yang mumpuni untuk menjalankan aplikasi dan game berkualitas tinggi," jelas Djoko.

2. Smartfren Andromax I

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/171123_2.jpg
Melanjutkan kesuksesan Smartfren Andromax I, Smartfren menghadirkan New Andromax I dengan teknologi dan sistem operasi Android Jelly Bean 4.1. New Andromax I baru ini lebih cepat dari pendahulunya karena dilengkapi prosesor dual core 1,2 GHz.

Tidak hanya itu New Andromax I hadir dengan layar 4 inci teknologi IPS yang lebih tajam dengan lapisan OCA (Optically Clear Adhesive) dan kemampuan kamera merekam gambar resolusi HD 720p.

Paket New Smartfren Andromax I bersama kartu perdana Smartfren ditawarkan dengan harga Rp 1,3 juta serta gratis paket Smart Plan Rp 50.000.

Paket ini terdiri dari 1.5 GB volume data, 20 menit panggilan telepon ke operator lain, panggilan telepon sepuasnya ke semua Smartfren, dan 60 SMS ke semua operator yang berlaku selama 30 hari setelah aktivasi.

3. Smartfren Andromax C

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/171209_3.jpg
Untuk kelas yang lebih terjangkau, Smartfren memperkenalkan Smartfren Andromax C dengan ukuran layar yang sama dengan New Andromax I.

Meski lebih murah, Andromax C tetap memiliki spesifikasi hebat di kelasnya, didukung dengan prosesor dual core 1 GHz, perangkat grafis Adreno 203, memori internal sebesar 4 GB.

Ponsel ini menggunakan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang mampu menjalankan aplikasi multi tasking lebih cepat, pengalaman gaming yang lebih baik, tetapi tetap memperhitungkan konsumsi daya yang irit.

Paket Smartfren Andromax C bersama kartu perdana Smartfren ditawarkan dengan harga lebih terjangkau Rp 649 ribu dengan benefit yang sama yaitu gratis paket Smart Plan Rp 50.000.

Paket ini terdiri dari 1.5 GB volume data, 20 menit panggilan telepon ke operator lain, panggilan telepon sepuasnya ke semua Smartfren, dan 60 SMS ke semua operator yang berlaku selama 30 hari setelah aktivasi.

4. Smartfren Andromax U

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/171246_4.jpg
Pada saat bersamaan, Smartfren juga merilis produk terbaru dari varian Smartfren Andromax U dengan spesifikasi yang lebih baik menggunakan prosesor Quad Core 1,2 Ghz dengan harga Rp 1,6 juta dan mendapatkan bonus gratis paket Smart Plan Rp 50.000.

Paket ini terdiri dari 1.5 GB volume data, 20 menit panggilan telepon ke operator lain, panggilan telepon sepuasnya ke semua Smartfren, dan 60 SMS ke semua operator yang berlaku selama 30 hari setelah aktivasi.

5. Alcatel Onetouch D920

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/171401_5.jpg
Selain empat Smartfren Andromax, Smartfren juga menghadirkan produk berlayar 5 inci dual on EVDO-GSM lainnya, yakni Alcatel Onetouch D920.

Ponsel ini didukung sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean, prosesor Qualcomm Snapdragon Dual Core 1.2GHz dan double kamera (depan dan belakang 5MP).

Alcatel One Touch D920 dibanderol dengan harga Rp 1,7 juta. Pembeli produk ini akan mendapatkan benefit 2GB volume data per bulan selama 12 bulan.

6. HTC One SC

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/171430_6.jpg
Smartfren juga menghadirkan HTC One SC, salah satu smartphone dual on EVDO-GSM terbaik dengan layar lebar yang jernih 4.3 inch super LCD2 dengan 16 juta warna dan didukung dengan prosesor Dual Core 1GHz.

Ponsel ini juga dipersenjatai fast Camera dan Beats Audio yang memberikan hasil suara yang jernih dengan kualitas studio.

HTC One SC ditawarkan dengan harga Rp 3,1 juta dan mendapatkan benefit 2GB volume data per bulan selama 12 bulan.

7. Smartfren Windows Phone Huawei Ascend W1-C00

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/171535_7.jpg
Dalam kesempatan ini, Smartfren untuk pertama kalinya merilis smartphone dengan sistem operasi Windows Phone 8, yaitu Smartfren Windows Phone Huawei Ascend W1-C00.

Hadirnya smartphone ini melengkapi rangkaian produk smartphone yang ditujukan bagi para pengguna yang ingin menikmati konektivitas cepat teknologi CDMA-EVDO.

Smartfren Windows Phone Huawei Ascend W1 ini menjadi smartphone pertama dari Smartfren yang mengusung teknologi EVDO Rev.B dengan kecepatan download maksimal hingga 14.7 Mbps.

Sistem operasi Windows phone 8 memiliki keunggulan tersendiri dibanding sistem operasi lainnya, seperti interface Live Tiles dan Windows Phone Live Apps yang sampai sekarang didukung lebih dari 145.000 aplikasi tersertifikasi, serta 'People HUB' dan permainan Xbox Live yang menjadi ciri khas Windows Phone.

Salah satu fitur menarik adalah 'tile' yang tampil dengan aktif dan dinamis sehingga memungkinkan pengguna untuk selalu terhubung dan mengikuti perkembangan terkini aktifitas kontak maupun informasi lain dari aplikasi yang terpasang.

Tampilan layar mulai windows phone 8 ini juga dapat dipersonalisasi layout dan temanya sesuai keinginan pengguna.

Dengan keunggulan tersendiri dibanding sistem operasi lainnya, Smartfren Windows Phone W1 memberikan para pengguna konektivitas cepat teknologi CDMA EV-DO Rev-B dan fleksibilitas dengan fasilitas 'Dual Mode (World Mode)' dimana pengguna memiliki pilihan untuk menggunakan jaringan CDMA EVDO atau GSM untuk layanan voice dan data dengan satu slot kartu yang ada.

Hal ini sangat membantu bagi pengguna yang sering melakukan aktfitas perjalanan ke luar negeri misalnya, karena hanya dengan satu perangkat bisa menggunakan pilihan multi operator yang ada di seluruh dunia.

Smartfren Windows Phone Huawei Ascend W1 dilengkapi spesifikasi atas dengan prosesor generasi terbaru dari Qualcomm, yaitu MSM 8630 Snapdragon S4 Dual Core 1,2 GHz, prosesor pengolah grafis Adreno 305, memori internal 4 GB, RAM 512MB DDR2, serta layar 4 inci dengan teknologi IPS dan OGS, yang mampu menjalankan aplikasi dan game terbaru dengan lancar.

Didukung dengan kapasitas baterai 1950mAh, smartphone ini sanggup memenuhi kebutuhan aktivitas mobile pengguna seharian penuh tanpa kuatir kehabisan daya karena diklaim 200% lebih lama dibandingkan smartphone yang ada di pasaran.

Paket Smartfren Windows Phone Huawei Ascend W1 dibundling bersama kartu perdana Smartfren dengan harga Rp 2 juta dan gratis paket Smart Plan bulanan 50 ribu. Dengan paket ini pelanggan mendapat multiple bonus, yaitu 1.5 GB volume data, 20 menit telepon ke operator lain, telepon sepuasnya ke semua Smartfren dan 60 SMS ke semua operator yang berlaku selama 30 hari setelah aktivasi.

Laku Keras, HTC One Diyakini Bisa Ludes 5.000 Unit

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/img2013061101863.jpg
Setelah menunggu lama, HTC One yang dinanti akhirnya telah dilepas lewat bundling secara ekslusif dengan operator Indosat. Animo yang tinggi dalam pre-order, membuat petinggi HTC yakin sedikitnya 5.000 unit akan terjual hingga akhir 2013.

Demikian diungkapkan Head of Product Marketing HTC Indonesia Samudero Seto saat berbincang santai di sela kerja sama bundling dengan Smartfren di FX.

"Animo penggila gadget akan HTC One besar sekali, stok awal kami sudah ludes 850 unit. Dari antrean kemaren saja 400 unit. Sampai akhir tahun kami optimistis bisa ludes 5.000 unit," ujarnya penuh semangat.

Seperti diketahui, kehadiran HTC One sempat terhambat aturan baru soal impor ponsel yang diterbitkan Kementerian Perdagangan.

HTC One sejatinya telah diperkenalkan pada 19 Februari 2013 di New York, AS. Mulanya, perusahaan Taiwan ini berencana memasarkan HTC One pada Maret 2013. Tapi karena beberapa faktor, pemasaran HTC One tertunda hingga pertengahan 2013 ini.

"Itu yang bikin kami kaget. Padahal sebelum HTC One sudah ada iPhone 5, ada Galaxy S4, ada BlackBerry 10, tapi produk kami masih banyak diburu penikmat gadget dan laku keras. Jelas kami sangat bangga dengan prestasi ini," kata Seto, sumringah.

HTC One sendiri dibekali prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon 600 kecepatan 1,7GHz dipadu dengan RAM 2GB dan sistem operasi Android 4.1.2 (Jelly Bean). Baterai berkapasitas 2.300mAh menopang daya hidup ponsel ini lebih lama.

Ada dua pilihan memori internal, yaitu 32GB dan 64GB. Namun, tak ada slot kartu MicroSD untuk memperbesar media penyimpanan data.

HTC membekali One dengan kamera berkualitas tinggi. Sensor kamera belakang dengan lensa f/2.0 disebut HTC sebagai UltraPixel. Meski jumlah sensornya tertulis 4MP, namun kemampuan UltraPixel diklaim menghasilkan foto tiga kali lebih terang dibanding 8MP jika memotret di lokasi yang kekurangan cahaya.

Sedangkan untuk kamera depan, dibekali sensor 2,1MP dengan lensa sudut pandang lebar yang mampu merekam video beresolusi 1080p.

Ponsel yang dibanderol Rp 7,5 juta bersama kartu prabayar Mentari Indosat ini juga sudah mendukung jaringan nirkabel 3G, LTE, bluetooth, WiFi, GPS, NFC dan bisa dijadikan WiFi hotspot.

Intel Hadirkan UI Obsidian di Smartphone Tizen

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/inteltizenobsidianui590x368.jpg
Apa bentuk kontribusi Intel dalam proyek pengembangan OS Tizen? Tampilan user Interface (UI) dengan nama kode Obsidian, adalah salah satunya. Ya, rupanya UI buatan Intel ini tak hanya akan muncul di smartphone Android dengan otak Intel, tetapi juga di smartphone Tizen.

Obsidian sedikit mirip seperti kombinasi Windows Phone dan theme Holo Android. Memang belum ada informasi detail lain mengenai UI ini, namun beredar video dan screenshot Obsidian yang dibocorkan pertama kalinya oleh Ars Technica.

Secara keseluruhan, UI ini boleh dibilang hanyalah sebuah estetika yang berbeda. Meski demikian, terdapat sepasang funsionalitas yang menarik di dalamnya.

Yang pertama, peek panel. Ini adalah area di bagian bawah layar tempat aplikasi dapat digunakan untuk menampilkan kontrol atau data minimum. Pengaturan aplikasi menampilkan checkbox yang mengalihkan mode airplane atau WiFi, data, dan koneksi bluetooth secara individual. Aplikasi lain bisa menggunakan peek panel untuk menampilkan task seperti berbagi konten atau jejaring sosial.

Kedua, adalah cara Obsidian membuat pengguna tahu jika sebuah aplikasi membutuhkan perhatiannya. Ikon kotak yang diputar 45 derajat akan menampilkan aplikasi atau tugas apa saja yang perlu ditangani.

Tizen dan Obsidian tampaknya bisa menampilkan event yang saling berhubungan, seperti call atau text messages dari kontak yang sama secara virtual. Obsidian saat ini masih dalam pengembangan. Belum diketahui kapan UI ini rampung dan siap menghiasi smartphone berbasis Tizen.

Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Ace 3

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/1dlm.jpg
Samsung resmi meluncurkan handset Android kelas menengah andalannya, Galaxy Ace 3. Wujudnya sesuai dengan bocorannya yang muncul belum lama ini.

Desainnya tidak banyak berbeda dari deretan smartphone Android Samsung lainnya. Dan juga tidak banyak terdapat peningkatan signifikan di sisi spesifikasi dibandingkan Galaxy Ace 2.

Layarnya sedikit lebih besar dari Ace 2, yakni 4 inch dengan resolusi sama 480 x 800 pixel. Dapur pacunya ditenagai dengan prosesor dual core 1GHz untuk versi 3G dan dual core 1,2GHz untuk model yang disertai konektivitas 4G LTE.

Spesifikasi kunci lain melputi kamera 5 megapixel dengan LED flash, kamera depan VGA, RAM 1GB, memori internal 8GB dengan slot microSD, serta baterai 1.500 mAh.

Galaxy Ace 3 juga akan dipasarkan dalam versi dual SIM. Kabarnya, handset ini akan dipasarkan mulai bulan Juli dengan harga di kisaran USD 300.

Nokia Lumia 925 Boyong Fitur Glance Screen

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/lumia925.jpg
Nokia Lumia 925 telah menyambangi Jerman. Piranti ini dilaporkan hadir dengan standby display yang dinamakan Nokia Glance Screen. Seperti apa?

Ponsel flagship ini sendiri dikuak pada pertengahan Mei lalu. Ia diposisikan di di antara Lumia 920 dan piranti eksklusif Verizon, Lumia 928.

Seperti disebutkan di atas, di Lumia 925, Nokia menghadirkan apa yang dinamakan Glance Screen versi beta. Dibangun di atas active standby display dari Symbian dan MeeGo, pengguna di sini akan bisa melihat tampilan jam secara permanen dalam kondisi lockscreen.

Sementara itu, dengan hanya melakukan double tapping di layar, pengguna bisa meng-unlock ponselnya. Glance Screen ini juga menampilkan battery level, serta ringer status indicator. Karena masih dalam mode beta, pengguna 925 bisa mematikan opsi ini dari menu Settings.

Konsumen di Jerman adalah yang pertama mencicipi ponsel berkekuatan prosesor 1.5 GHz dual core Snapdragon itu. Penjualan ponsel dengan teknologi PureView ini akan menyusul untuk negara-negara Eropa dan China, diikuti dengan Amerika Serikat dan market global lainnya.

SlashGear melaporkan, Nokia Glance Screen ini juga bakal dihadirkan untuk handset Lumia Windows Phone 8 yang sudah ada sebagai bagian dari update Amber musim panas waktu setempat.

Desain iOS 7 vs Android Jelly Bean, Siapa Lebih Keren?

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/iso7460.jpg
Apple baru saja memamerkan desain baru iOS 7 yang konon lebih canggih, lebih berwarna dan lebih elegan dibanding sebelumnya. Lalu seperti apa jika sistem operasi itu disandingkan dengan Android Jelly Bean?

iOS 7 memang belum dirilis secara resmi. Tapi dari berbagai screenshot yang dipaparkan pada ajang World Wide Developer Conference (WWDC) 2013, sudah cukup jelas menggambarkan seperti apa OS itu nantinya.

Ada banyak sekali perubahan yang ada pada iOS 7, tapi beberapa fungsinya justru sudah terlebih dahulu ada pada sistem operasi pesaingnya, Android Jelly Bean. Nah, untuk lebih jelasnya, blog Droid Life membandingkan tampilan keduanya. Berikut perbandingannya.

Command Center

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/105522_commandcenter.jpg
Apple menyediakan fasilitas command center pada semua perangkat iOS, fungsi ini bisa diakses dengan melakukan swipe up dari bawah layar. Fitur ini semakin ditingkatkan pada iOS 7, di dalamnya terdapat fungsi untuk mengatifkan Airplane mode, WiFi, Bluetooth, Kamera, pemutar musik, pengaturan tingkat kecerahan, bahkan untuk menghidupkan lampu sorot.

Fitur tersebut bukanlah hal baru di Android, namun Google menambahkan panel baru bersamaan dengan kelahiran Android 4.2. Fitur ini bisa diakses dengan sentuhan dua jari ke arah bawah dari bar notifikasi, dan isinya kurang lebih sama dengan yang ditawarkan iOS 7.

Lock Screen Notifications

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/105559_lockscreen.jpg
Pengguna Android Jelly Bean dimanjakan dengan fitur bernama Lock Screen Notifications, melalui fitur ini pengguna dapat mengakses email, pesan instan atau notifikasi apapun yang baru saja masuk tanpa membuka kunci ponsel.

Fitur itu pun kemudian diperkenalkan Apple melalui iOS 7. Fungsinya kurang lebih sama, pengguna bisa mengakses notifikasi tanpa perlu membuka kunci perangkat.

Namun setidaknya notifikasi Apple ini lebih detail, karena Apple membagi notifikasi dalam kategori di dalam tiga panel yang berbeda, Today, All, dan Missed. Sedangkan di Android hanya ada satu panel untuk semua hal itu.

Safari vs Chrome

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/105638_safarivschrome.jpg
Browser andalan Apple, Safari, juga dipermak habis-habisan dalam iOS 7 ini. Sekarang browser tersebut mampu menampilkan window apa saja yang aktif dalam bentuk 3D, kemudian pengguna bisa melakukan scrolling untuk melihat semua tab yang terbuka.

Fungsi ini mungkin sudah bukan hal baru pada browser Google Chrome, hanya saja pada iOS 7 tampilannya dibuat lebih modern.

Multitasking

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/105717_multitask.jpg
Konsep kerja multitaksing pada iOS 7 patut diacungkan jempol. Fungsi ini akan merekam aplikasi apa saja yang sering diakses oleh pengguna, dan aplikasi itulah yang nanti akan dibiarkan berjalan di belakang layar. Jadi bisa dikatakan multitasking di iOS 7 kini semakin cerdas.

Android memang belum sejauh itu. Namun melihat dari sisi antarmuka, daftar aplikasi yang berjalan di iOS 7 kini ditampilkan lengkap dan bukan cuma icon, mirip dengan yang ada pada Jelly Bean.

iTunes Radio vs Google Music

http://images.detik.com/content/2013/06/11/317/1.jpg
iTunes Radio memang bukan sekadar pemutar musik. Aplikasi ini bisa dipakai untuk mendengarkan stasiun radio kesayangan, dan membeli lagu favorit yang diinginkan.

Tapi lagi-lagi desain keduanya mirip. Tampilannya didominasi warna putih serta cover album yang dengan porsi besar. Tombol navigasi keduanya juga terlihat sama.